Cara Naikin Tenaga Honda CB 150 R

Cara Naikin Tenaga Honda CB 150 R

MOBIL MOGOKHonda CB 150 R motor cantik berjuluk Streetfire ini, dibekali mesin DOHC, 6 speed, bertenaga 17PS. kehadiranya meramaikan motor sport kelas 150 cc bersaing dengan Keluaran yamaha yaitu Vixion yang lebih dulu hadir. banyak penunggang CB 150 R merasa kalo tunggangannya kurang kenceng, padahal kalo menurut saya sih dah kenceng tuh. tapi jika yang merasa masih kurang kencang, ada tips nih buat nambah kenceng CB 150 R dengan mudah tanpa mengubah daleman mesin.

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh penunggang Honda CB 150 R untuk menambah kencang tunggangannya, berikut adalah bagian yang dilakukan ubahan atau penggantian.

Cara Mudah Bikin Kencang Honda CB 150 R
  • Knalpot Racing
knalpot standar berfungsi buat meredam suara agar tak terlalu keras jadi di dalamnya banyak terdapat sekat, dengan memakai knalpot racing yang plong pastinya gas buang akan bebas tidak terhalangi dan ini tentu akan membuat tenaga mesin naik. dan jika knalpot racing dirasa terlalu bising, bisa pakai opsi kedua.

Opsi kedua adalah dengan mengaplikasikan silencer Suzuki Satri FU. untuk lehernya bisa bikin di tukang knalpot. silincer Satri FU ini spesial karena cuma punya 2 sekat didalam perutnya.
  • Perangkat Pengapian
Ganti Coil / Koil dengan Koil racing, bila perlu busi juga pake racing, dan jika ingin lebih mantaf, untuk mengatur asupan bahan bakar lebih banyak, pasanglah piggyback.
  • Porting Polish
Haluskan kulit jeruk di saluran intake dan exhaust. dengan cara Porting Polish dimaksudkan untuk memperlancar aliran bahan bakar dan gas buang.
  • Camshaft
    Camshaft sangat menentukan karakter motor, dipasaran masih langka camshaft untuk CB150R, ngga perlu bingung, ambil aja punya kakak nya CBR 150, dengan penggunaan camshaft CBR, putaran bawah streetfire memang sedikit terkebiri, namun di rpm atas jadi mantaf.

    sekian tentang Cara Naikin Tenaga Honda CB 150 R, semoga bermanfaat untuk anda.
    .

    Cara Naikin Tenaga Honda CB 150 R Rating: 4.5 Diposkan Oleh: dedi kurnia