Rahasia Desain / Pembuatan Knalpot Racing

Rahasia Desain / Pembuatan Knalpot Racing

MOBIL MOGOK - Tidak dapat dipungkiri salah satu bagian dari komponen mesin yang paling banyak pertama kali diganti adalah knalpot. knalpot ini bukan hanya sekedar saluran pembuang gas buang sisa pembakaran namun fungsinya juga sebagai salah satu asesoris yang membuat tampilan sepeda motor lebih terlihat sporty dan enak dilihat. banyak tujuan para pemilik sepeda motor mengganti knalpot standar pabrik menggunakan knalpot racing. dari mulai hanya ingin terlihat racing look, ingin suara sangar seperti motor balap sampai untuk mendongkrak tenaga dan mengikuti ubahan pada spek mesin korekan.

Bagi para mekanik balap yang sudah jago dan ahli mungkin mengganti knalpot racing yang sesuai dengan spesifikasi dan kapasitas mesin yang sudah di upgrade bukan hal yang sulit, beda dengan orang awam yang kurang mengerti dengan mesin itu pasti sulit. banyak sekali produk knalpot racing tersedia di pasaran dengan berbagai spesifikasinya. namun bagaimana cara memilih knalpot yang sesuai dengan spek mesin kita itu yang menjadi pertanyaan di benak beberapa orang termasuk saya. yang pada akhirnya saya temui teman saya seorang pembuat knalpot racing di daerah Pangandaran.

Cara Memilih Knalpot Sesuai Spesifikasi Mesin


Kang Damran yang sering akrab disapa " ADR Knalpot " adalah teman saya yang sudah lama bergelut di bidang pembuatan knalpot racing baik itu bobokan, knalpot racing harian sampai Pro untuk balap. ketika saya berbincang dengan Kang Damran saya lontarkan pertanyaan bagaimana sih cara memilih knalpot racing yang bagus dan sesuai dengan spesifikasi mesin yang sudah dilakukan ubahan atau dikorek. dan menurut ADR,

 " knalpot yang bagus adalah knalpot yang sesuai dengan spesifikasi mesin. kalo soal model dan suara itu mungkin relatif karena setiap orang memiliki selera berbeda ".

Dan dari kata ADR tersebut saya dapat menyimpulkan kalo kita melakukan ubahan pada desain dan kapasitas mesin maka pasti itu knalpot pun akan minta untuk disesuaikan dengan ubahan tersebut dan sudah pasti knalpot standar tidak lagi cocok untuk spek mesin tersebut.

Kemudian saya berfikir kalo knalpot itu dibuat berdasarkan data spesifikasi mesin, berarti setiap mesin yang diubah dengan spek yang berbeda sudah pasti membutuhkan knalpot yang berbeda. dan menurut ADR juga itu adalah benar karena itulah terkadang banyak para mekanik yang memesan knalpot ke tukang knalpot karena ingin knalpot yang betul-betul sesuai dengan spek dan karakter mesin tersebut. tentu berbeda dengan knalpot yang sudah jadi dan dijual masal di pasaran. 

Kunci Desain Pembuatan Knalpot Racing


Menurut Kang Damran ( ADR ) dalam pembuatan sebuah knalpot racing dibutuhkan data-data dari ubahan pada mesin seperti diantaranya, " diameter Katup / klep dan Piston yang digunakan jika pada mesin 4 tax dan Diameter lubang Exhaust dan piston yang digunakan jika pada 2 tax dan lainnya ". dari situlah nantinya knalpot di desain dan dibuat. data-data dibutuhkan untuk menghitung dan menentukan bagian-bagian dari knalpot seperti diameter pipa, lekukan, panjang pipa dan silencer juga besar volume perut jika pada knalpot 2 tax. knalpot juga dibuat berdasarkan spek kebutuhan sang pemesan yang pastinya kebutuhan untuk road race dan drag race sudah pasti berbeda. 

Jika mengenai suara knalpot, setiap orang memiliki selera berbeda dan itu juga ada setingannya. jadi belum tentu jika knalpot dengan disain sama suaranya pun sama. bisa saja dibuat berbeda untuk mengikuti selera sang pemesan knalpot tersebut.

ADR Knalpot bermarkas di daerah desa ciliang, kecamatan parigi-Pangandaran. dekat obyek wisata Pantai Batuhiu. dan menurut Kang Damran dia tidak mematok harga tinggi untuk membuat pesanan knalpot, harga bisa nego dan bersahabat. ADR Knalpot bisa dihubungi Facebooknya. untuk yang ingin melihat knalpot buatan ADR Knalpot ini akan saya upload lain waktu.

Sekian tentang Rahasia Desain / Pembuatan Knalpot Racing semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Rahasia Desain / Pembuatan Knalpot Racing Rating: 4.5 Diposkan Oleh: dedi kurnia